Automatic translation of this blog page: Terjemahan otomatis blog ini

Minggu, 09 November 2014

Psikologi Persepsi: Persepsi Subliminal

Oleh: Nasbahry Couto

Dalam bidang DKV (Desain Komunikasi Visual) atau dahulunya sering disebut Desain Grafis, yang memegang peran penting pembentukan persepsi adalah indra mata dan telinga dan kadang juga indra kulit untuk merasakan tekstur suatu bentuk. Telinga sama pentingnya dengan mata, melalui indra telinga kita mendengar sesuatu kemudian merespon melalui persepsi. Respon tiap individu, erat dipengaruhi oleh pengalaman hidupnya. Uraian singkat ini sebenarnya adalah bagian dari studi psikologi persepsi. yang bisa terdiri dari persepsi ilusi, persepsi subliminal, JND, Persepsi figur dan latar, Teori Weber, persepsi Gestalt, persepsi estetik, persepsi konsumen dan sebagainya. Namun yang diuraikan pada laman ini hanya persepsi subliminal, yaitu salah satu cuplikan buku karangan penulis tentang Psikologi Persepsi (2009) edisi revisi (2014-5).


Gambar 0. Wrap advertising, Istilah ini populer sejak 2007, Ad-wraps dengan mobil telah berhasil dikembangkan & dan memperluas konsep badan/kulit mobil, memanfaatkan persepsi gerak (mobil). Sumber: http://vehiclegraphicdesign.com/

Dengan mendengar kita dapat merasakan suasana.  Dengan memejamkan mata kita dapat merasakan dan mengenal apa yang ada di sekitar kita, seperti suara air mengalir, berada dijalan raya, atau dipinggir pantai yang berkaitan dengan realitas dan alami.  Bukti bahwa telinga berpengaruh dalam persepsi manusia dapat dilihat dalam hipnotis atau hipnoterapi.  Seseorang dapat di ajak untuk merespon sesuatu hanya dengan mendengar sekaligus dapat diperintah untuk melakukan sesuatu.

Dalam bidang DKV (Desain Komunikasi Visual), stimuli dirancang dan dibuat untuk kepentingan penyampaian suatu maksud kepada penerima (receiver).  Stimuli itu di tayangkan di TV, di pajang di pinggir jalan atau tidak jarang ditempel di dinding-dinding rumah kita.  Efek atau ilusi suara sering dimanfaatkan untuk pembuatan iklan, video  atau film untuk membentuk persepsi.

Suasana di peternakan sapi misalnya, bisa dibawa dalam sekejap kepemirsa, untuk iklan susu yang ditunjang oleh “sound effect” rekaman suara perternakan, sehingga pemirsa merasakan suasana di sana dan menafsirkan susu itu “asli” atau “palsu” (tergantung pengalaman pemirsa dengan produk itu).  

Efek pendengaran yang berkaitan dengan psikologi dan persepsi dimanfaatkan untuk pembuatan film, video, video game dan animasi.  Produk ini tentu saja melibatkan mata dan akan berbeda dengan pemakaian suara atau tidak.  Persepsi-persepsi ini diciptakan melalui ilusi, subliminal (terselubung), estetika dan sebagainya.  Efek suara musik dalam film atau film sinetron  (sinema elektronika) dapat membawa penonton ikut merasakan adegan dalam filem, misalnya adegan menyenangkan, menyedihkan atau mengerikan.  Setiap saat kita disuguhi tayangan yang tujuannya untuk membentuk persepsi kita melalui layar TV, yang sudah menjadi bisnis besar pada hari ini. Untuk melihat bisnis sound effect ini lihat situs ini.

Gambar 1. Contoh pesan subliminal pada sebuah gambar, pesan subliminal apa yang di sampaikan ? Coba Anda tebak.

Persepsi Subliminal

Penglihatan subliminal (bawah sadar) adalah sebuah proses yang disengaja yang dibuat oleh teknisi komunikasi, dimana Anda akan menerima dan menanggapi informasi dan instruksi tersebut tanpa menyadarinya.  Pesan-pesan yang berada didalam kata-kata yang di cetak, gambar-gambar atau bahkan suara-suara yang disajikan atau diperkenalkan entah sangat cepat atau sangat tersamar  melewati kesadaran dan kewaspadaan anda.  


logo.http://jugookushal.wordpress.com/2014/

Sebenarnya sebuah informasi, atau stimuli yang dapat terasa secara sadar oleh manusia dapat dievaluasi, dikritik, didiskusikan, dibantah dan mungkin saja bisa ditolak oleh pemirsa.  Sesuatu yang terprogram secara subliminal dalam alam bawah sadar (tidak disadari) tidak akan menemui halangan seperti itu. Pemirsa TV dapat protes, atau sebuah gambar di dunia maya akan ditolak, Namun menurut ahli DKV, informasi subliminal ini diprediksi dapat disimpan didalam otak anda dan mampu mempengaruhi pertimbangan, kelakuan dan tingkah laku manusia.  Tetapi benarkah demikian?
Persepsi subliminal umumnya terjadi ketika stimuli yang disajikan di bawah ambang batas kesadaran, ditemukan untuk mempengaruhi pikiran, perasaan, atau tindakan. Istilah persepsi subliminal ini awalnya digunakan untuk menggambarkan situasi di mana rangsangan yang lemah yang dirasakan tanpa disadari. Dalam beberapa tahun terakhir, istilah ini telah diterapkan secara umum untuk menggambarkan situasi di mana adanya dirasakan rangsangan tanpa disadari. 


Konsep persepsi subliminal cukup menarik karena menunjukkan bahwa pikiran, perasaan dan tindakan masyarakat 'dipengaruhi oleh rangsangan yang dirasakan tanpa kesadaran persepsi. Interest ini tercermin dalam beberapa studi psikologi awal yang dilakukan selama 1800-an dan awal 1900-an. Dalam penelitian awal, orang-orang hanya bertanya apakah mereka sadar atas apa yang diamati. Sebagai contoh, rangsangan visual seperti huruf, angka, atau angka geometris disajikan pada sebuah rekayasa tertentu atau mereka mengklaim tidak melihat apa-apa sama sekali atau hanya melihat secara samar.

a. Atensi dan Subliminal
Aspek atensi (perhatian pengamat) berperan untuk merancang dan meneliti persepsi subliminal. Karena atensi akan dapat membelokkan hasil atas apa yang akan diinstruksikan untuk mendengarkan suara atau melihat sesuatu. Ketika mencoba untuk memastikan apakah seseorang dapat dipengaruhi oleh unsur subliminal dalam kehidupan sehari-hari, orang tersebut tidaklah aktif mencari atau mendengarkan seharusnya apa stimuli / pesan yang dikodekan oleh desainer. Untuk mengatasi ini, penelitian desain harus menjaga agar subjek menyadari sasaran rangsangan.

b.Persepsi Subliminal Visual

Persepsi Subliminal Visual (Visual Subliminal Perception) terjadi saat seseorang menerima sekelebatan gambar (imaji atau visualisasi), otak masih mempertahankan jenis "jejak atau" “after image” gambar "dari stimulus (perangsang). Artinya, meskipun stimulus seperti yang telah ditunjukkan dan kemudian menghilang, untuk waktu yang singkat gambar yang masih terlihat jejaknya oleh otak. Pada kelebatan pertama subjek penerima mungkin ingat bentuk awal dari sebuah teks. Kelebatan berikutnya (sangat mirip dan bersamaan) otak menciptakan jejak dan berlanjut sedemikian rupa, dan subjek dapat mengumpulkan semua jejak teks/rupa ini- sebagai rangkaian tak berguna - dan akhirnya mengenali kata secara keseluruhan seperti yang dikatakan oleh Schmeidler, berikut ini.
When a person is flashed an image, the brain maintains a type of "footprint or "after image" of the stimulus.  That is, despite the stimulus as been shown and then taken away, for a short time that image is still seen by the brain.  At first flash the subject may remember the shape of the beginning of a word.  The next flash (very close together) the brain creates a footprint of the middle of the word.  Continuing in such a way, a subject can piece together these footprints - these 'series of nothings - and form/recognize the word as a whole.  (Schmeidler 127)[1]

c. Persepsi Subliminal Suara

Persepsi Subliminal Suara (Aural Subliminal Perception), terjadi saat mendapat pesan suara yang tak disadari. Banyak Department Store memanfaatkan pesan bawah sadar untuk mencegah pencurian. Mereka menggunakan pesan audio tersembunyi dalam "musik toko" (banyak toko memainkan musik melalui sistem interkom mereka).  

Pesan audio terselubung (sublim) itu dikompresi atau dipercepat ke tingkat yang membuat pendengar tidak dapat cepat mengerti, bahkan supraliminal.  Pesan itu tertutup oleh pemutaran musik.  Dapat diprediksi, bahwa musik adalah saluran utama dan yang paling mudah untuk ditangkap telinga. Misalnya, melalui pesan lirik lagu yang tersembunyi pada musik, pendengar tidak sadar dibawa ke ajakan tertentu untuk tidak mencuri atau untuk membeli barang tertentu, sesuai keinginan pemilik supermarket atau toko. 

Pesan ini adalah sebagai tambahan dari musik aslinya yang telah diolah dalam sebuah paket musik. Taktik ini mungkin tidak sia-sia, dan banyak temuan menunjukkan, yang  tidak hanya pada analisis isi pesan, tetapi pada tingkat kata-kata yang diterima individu, tetapi ingatan memori pendek untuk konten, apakah dirasakan atau tidak, masih terdapat kontroversi, terutama apakah itu akan atau tidak mempengaruhi perilaku seseorang.

d. Subliminal Advertising

Pesan promosi umumnya tidak disadari oleh penerima (receiver), seperti pesan yang dimainkan pada volume yang sangat rendah di layar TV selama kurang dari satu detik.  Sebenarnya apa yang disampaikan atau dipromosikan  tidak didukung oleh bukti ilmiah, dan penggunaan advertising subliminal dapat dianggap sebagai praktek bisnis yang menipu konsumen dalam beberapa wilayah hukum tertentu.
logo.http://jugookushal.wordpress.com/2014/
Dalam dunia sehari-hari, sering ditampilkan teknik subliminal ini yang dipakai iklan dan untuk tujuan propaganda (misalnya siaran partai politik). Istilah Pesan subliminal ini dipopulerkan dalam sebuah buku berjudul  The Hidden Persuaders oleh Vance Packard pada tahun 1957. Buku ini secara rinci menjelaskan studi iklan di bioskop yang konon menggunakan perintah bawah sadar (unconsciousness) untuk meningkatkan penjualan popcorn dan Coca-Cola di stand konsesi mereka. Kemudian penelitian lainnya oleh James Vicary baru diakui setelah buku ini dipublikasikan. Hasil ini kemudian diakui dikemudian hari. 

e. Subliminal pada Logo Perusahaan

Logo-logo perusahaan ada yang mengandung pesan subliminal.  Apakah pengamat  menyadarinya atau tidak, namun logo tertentu  berbicara kepada pemirsa pada berbagai tingkatan.  Ada kesadaran jika logo terlalu rumit, atau tidak terkait dengan merek tertentu, maka logo akan terlihat tak mengkomunikasikan pesan mereknya.  Dan perusahaan beresiko akan mengganggu konsumen mereka,  ketika mereka membuat perubahan logo yang drastis untuk konsumen produk mereka. Kita dapat melihat lebih dekat beberapa logo yang mengekspresikan secara halus, bagaimana unsur fitur subliminal itu dipakai oleh beberapa perusahaan.

Gambar 2 Logo Amazon - Kepintaran logo ini ada dua.  Yang pertama panah dari titik  dari a sampai z, mengacu pada semua yang tersedia (semuanya ada) di Amazon. com, dan kedua berfungsi sebagai tanda senyum puas (dengan lesung pipit).logo.http://jugookushal.wordpress.com/2014/


Gambar 3. Tour de France - Sedikit lebih abstrak daripada contoh-contoh lain, Tour de France logo berisi abstraksi sepeda yang terintegrasi dengan baik dalam logo.http://jugookushal.wordpress.com/2014/


Gambar 4 FedEx - Logo FedEx menyembunyikan panah dalam ruang negatif.  Bahkan sekilas tidak disadari mengilhami pemikiran efisiensi dan gerak maju.logo.http://jugookushal.wordpress.com/2014/

f. Pesan Subliminal pada Propaganda Politik

Pesan subliminal adalah pesan-pesan kandidat yang diterima calon pemilih tanpa proses kritis yang memadai, sehingga para pendukung pada akhirnya akan membenarkan apapun yang disampaikan kandidatnya, termasuk ketika kandidat menyampaikan pesan yang sebenarnya bertentangan dengan nilai-nilai yang sebelumnya bertentangan.  Interaksi yang sangat personal di media sosial menunjukkan hal itu.  Kita dapat menyaksikan bagaimana banyak hal yang bertolak belakang dengan keyakinan religiusnya tetapi tetap diterima saat pesan yang bertentangan itu tak tersaring secara kritis oleh pendukung kandidat tertentu.


Gambar. 5 Apakah ada pesan subliminal pada gambar ini? Saat kampanye Pilress 2009[2], ada dan jadi masalah dikemudian hari.

Dalam psikologi, kita memahami bahwa porsi pesan non verbal lebih dominan dibanding dengan pesan verbal dalam komunikasi, apalagi dalam pilpres atau komunikasi politik (seperti pilpres RI tahun 2014) , di mana peran pikiran kritis rakyat umumnya ditekan (direpresi), dalam proses terlihat bahwa polarisasi kelompok semakin mengkristal. Dan lambang-lambang visual dimanfaatkan secara maksimal, baik untuk menarik simpati maupun untuk mendiskreditkan lawan, seperti bahasa tubuh dengan menggunakan satu jari atau dua jari menjadi asosiasi yang lebih mudah ditangkap dibanding dengan pesan dalam visi dan misi para kandidat.

Gambar. Jokowi pada Pilpress 2014, ada pesan tersembunyi (subliminal) yang sangat merugikan pada gambar ini yang tidak disadari oleh (mungkin oleh pihak desainer), maupun oleh pihak Jokowi-JK. pesan tersembunyi ini sangat mempengaruhi (menurunkan) pilihan ke pada no.2.  Biro iklan yang mungkin dibayar mahal justru sangat merugikan. (silahkan pembaca pikirkan sendiri). 

Di Amerika kata SEX sering tersembunyi dalam propaganda politik, iklan, dan televisi dan gambar animasi.  Simbol tiga huruf yang sederhana itu, biasanya tidak disadari, namun kemunculannya hanya dipahami di tingkat bawah sadar. Misalnya di tahun 1976 kampanye pemilu kongres di 10 Distrik Virginia, sematan SEX ditemukan dalam literatur kampanye semua calon kecuali satu yang tidak mampu untuk menyewa sebuah biro iklan.  Ketika itu diketahui  penggunaan perangkat subliminal baik dalam literatur kampanye, dan pers sekitar wilayah Washington, yang  umumnya bersatu untuk mendukung calon yang pernah menggunakan biro iklan.


Gambar 6 Ini foto dari George W.  Bush memiliki kata-kata berganda "sex" dan "taat" (obey) tertanam secara subliminal di wajahnya, saat kampanye pemilihan presiden.  Sumber: http://subliminalmanipulation. blogspot. com/

Semua orang terkejut pada sematan kata "tipuan seks" pada kampanye.  Meskipun banyak wartawan Virginia secara pribadi mengakui bahwa mereka sadar adanya  sematan semacam ini, mereka berpendapat ide persepsi subliminal yang digunakan dalam kampanye pemilu tidak masuk akal.  

Gambar 7  Berikut ini adalah upaya untuk menggambarkan Obama di media sebagai semacam orang suci (santo) atau penyelamat.  Sumber: http://subliminalmanipulation. blogspot. com/

g. Sexual logo

Simbol “phalus” dan “referensi seksual” sangat lazim dalam desain logo.  Orang biasanya menganggap logo seperti ini seperti sebuah kekeliruan, kecelakaan, atau desain yang buruk dan umumnya orang mengolok-olok perancang sebagai orang "bodoh", tapi sekali lagi ini adalah pesan”subliminal”,direncanakan perancang secara disengaja dan hati-hati.





Gambar.8  Sexual logo:
Sumber: http://subliminalmanipulation. blogspot. com/

h. Sexual Innuendo (Sindiran Berkenaan dengan Jenis Kelamin)

Harap mengerti bahwa apa yang Anda akan lihat adalah bukan desain gagal, atau kebetulan, atau produk dari pikiran kotor Anda, tetapi kecenderungan yang disengaja yang jelas berdasarkan teori psikoanalitik.  Yang dengan cermat dipikirkan oleh para profesional komunikasi dan benar-benar disengaja.  


Gambar 9 Contoh sindiran seksual (berkenaan dengan jenis kelamin)  pada iklan.  
Sumber: http://subliminalmanipulation. blogspot. com/

Manusia hidup dalam lingkungan simbol.  Sekilas kita berpikir bahwa kata-kata adalah satu-satunya bentuk komunikasi (yang efektif), namun dalam kenyataannya ada sejumlah komunikasi yang jauh berpengaruh lebih besar (yang terjadi sepanjang waktu) melalui penggunaan cara nonverbal yang berbeda daripada kata-kata.  Yaitu (1) Arketipe primordial, (2) simbol phalus dan yoni, (3) tabu sosial, (4) asosiasi seksual, dan (5) petunjuk dan (6) sugesti verbalisme ambivalen sangat lazim terdapat dalam iklan.  Sebagian besar gambar berikut ini tidak dapat dianggap sebagai subliminal (terselubung) karena pesan-pesan komunikasi mereka sangat terang-terangan dan bahkan sering dianggap seolah-olah mereka tak bersalah.  Tapi pesan-pesan seperti itu tidak bebas dari tanggung jawab moral.

i. Enam (6) Strategi Umum Subliminal 

Lechnar, 2014, menjelaskan ada enam (6) strategi subliminal umum. [3] Pada awalnya, desainer grafis hanya menggunakan tangan mereka untuk  menanamkan pesan subliminal dalam foto-foto mereka dengan sangat trampil. Pada awal iklan subliminal, desainer memang dilukis pada foto. Dan itu sangat sulit dilakukan tanpa merusak gambar. Kemudian, dengan anggaran yang lebih besar dan peralatan yang lebih baik, desainer menggunakan teknik "airbrush" ke billboard dan untuk menyalin gambar subliminal itu. Sekarang, semuanya dilakukan secara digital dengan sempurna pada computer. Ada enam strategi subliminal umum: [4] sebagai berikut ini.



Contoh
1.Figure-ground reversals, (metode pembalikan gambar dasar) 



.
2.Embedding, (tempelan, tambahan) Tempelan yang tersembunyi pada sebuah logo atau iklan

Gambar logo shell yang tersembunyi pada bunga
http://subliminalmanipulation.blogspot.com/2010











Gambar mata pisau yang 
tersembunyi di bagian tengahnya
3. Double entendre, (makna ganda).

Makna ganda yang tersembunyi dari sebuah iklan atau propaganda
(iklan hanya dimengerti orang dewasa, tetapi tidak lucu) http://shitbrix.com/mindfuck/196-subliminal-messages

4. Low-intensity light and low-volume sound,

 Cahaya intensitas rendah dan suara-volume rendah

5.       Tachistoscopic displays, (tampilan kelebatan gambar)

Metode lain tachistoscopic display dapat gunakan adalah melapiskan gambar ke gambar yang ada tepat di bawah tingkat persepsi sadar
http://subliminalmanipulation.blogspot.com/2010
6. Lighting and background sound (Pencahayaan dan suara latar belakang.).
Menampilkan tachistoscopic gambar berkedip ke layar dalam sepersekian detik tidak bisa dipahami oleh pikiran sadar.
http://subliminalmanipulation.blogspot.com/2010

Desainer grafis dapat mengambil keuntungan dari beberapa teknik untuk menghasilkan efek yang diinginkan. 

j. Pro dan Kontra Persepsi Subliminal

Selama bertahun-tahun, beberapa klaim yang luar biasa telah dibuat tentang kekuatan persepsi subliminal.  Mungkin klaim yang paling banyak dikenal dibuat pada tahun 1957 oleh James Vicary, seorang peneliti pasar.  Dia mengklaim bahwa selama periode enam minggu, 45. 699 pelanggan di bioskop di Fort Lee, New Jersey –dimana telah dipertontonkan  dua pesan iklan “Makan Popcorn” dan “Minum Coca-Cola” --, sementara mereka menonton film Picnic.  Menurut Vicary, sebuah pesan terselung/berkelebat untuk 3/1000 detik sekali setiap lima detik.  Durasi pesan begitu pendek itu tidak pernah dirasakan secara sadar.  

Terlepas dari kenyataan bahwa pelanggan tidak sadar mencerap pesan, Vicary mengklaim bahwa selama periode enam minggu penjualan popcorn naik 57,7% dan penjualan Coca-Cola naik 18,1%. Klaim Vicary ini sering diterima sebagai fakta mapan.  Namun, Vicary pernah merilis penjelasan rinci tentang studi ini dan tidak pernah ada bukti untuk mendukung klaimnya ini.  Juga, dalam sebuah wawancara dengan Advertising Age pada tahun 1962, menyatakan bahwa studi ini asli tapi palsu.

Klaim lain tentang kemanjuran luar biasa persepsi subliminal juga kurangnya mendasar.  Pada 1970-an, Wilson Bryan Key menulis buku-buku seperti Subliminal Seduction dan Media Sexploitation di mana ia mengklaim simbol seksual subliminal atau benda sering digunakan untuk menarik konsumen untuk membeli dan menggunakan berbagai produk dan jasa.  Salah satu klaim Key paling terkenal adalah bahwa kata seks sering tertanam dalam produk dan iklan.  Misalnya, ia mengklaim bahwa kata seks dicetak pada biskuit Ritz dan tertanam dalam minuman es batu yang ditampilkan dalam iklan terkenal untuk Gin Gilbey. 

Menurut Key, meskipun fakta kata-kata tertanam dan dirasakan secara tidak sadar, mereka dapat menimbulkan gairah seksual yang pada gilirannya membuat produk lebih menarik bagi konsumen secara tidak disadari.  Meskipun klaim Key dikenal luas, tidak ada bukti independen yang menunjukkan bahwa kata-kata subliminal yang ditanamkan, simbol, atau benda yang digunakan mempengaruhi penjualan produk.  Lebih jauh lagi, bahkan jika rangsangan subliminal tertanam seperti itu digunakan, tidak ada bukti yang menunjukkan ini akan menjadi metode yang efektif untuk mempengaruhi pilihan konsumen.

Sebuah tema umum yang menghubungkan semua klaim yang luar biasa mengenai persepsi subliminal adalah bahwa persepsi tanpa adanya kesadaran mempersepi entah bagaimana lebih kuat atau berpengaruh daripada persepsi yang disertai dengan kesadaran mengamati.  Menurut Philip M.  Merikle dari Department of Psychology, University of Waterloo Waterloo, Ontario, Canada[5], ide ini tidak didukung oleh hasil pemeriksaan laboratorium yang dikendalikan persepsi subliminal.  Sebaliknya, temuan dari studi terkontrol menunjukkan bahwa persepsi subliminal, ketika itu terjadi, hanya mencerminkan interpretasi biasa sebuah rangsangan. 

Selain itu, tidak ada bukti yang menunjukkan bahwa orang-orang melakukan tindakan atas dasar persepsi subliminal.  Banyak bukti menunjukkan bahwa orang-orang harus sadar  terlebih dahulu dalam  mengamati rangsangan sebelum mereka melakukan tindakan atau mengubah reaksi kebiasaan mereka terhadap rangsangan tersebut.  



Jadi, meskipun persepsi subliminal memungkinkan kita untuk dapat menebak pengembangan yang akurat mengenai karakteristik stimuli, persepsi subliminal tidak dapat menyebabkan seseorang untuk minum Coca-Cola atau makan Ritz Crackers, dan tidak dapat digunakan secara efektif untuk meningkatkan keterampilan tenis seseorang atau untuk menyembuhkan kebiasaan buruk seseorang.  Jadi nampaknya pesan yang jelas lebih penting dari pada pesan terselubung. Tetapi pesan subliminal tetap dibuat  oleh biro iklan, sebagai salah satu strategi mempengaruhi konsumen.




[1] Schmeidler, G.R. (1986). Subliminal perception and ESP: Order in diversity? The Journal of the American Society for Physical Research, 80 (3). Gertrude Schmeidler adalah penemu hubungan korelasi positi antara ESP dan subliminal perception skills.
[2] Sumber: http://dhiliusition.wordpress.com/2008/08/20/bakal-calon-presiden-2009/
[3] Lihat http://www.ukessays.com/essays/media/the-subliminal-strategies-and-its-effects-media-essay.php
[4] By Dr. Lechnar, 2014, Subliminal Advertising and Modern Day Brainwashing
http://www.redicecreations.com/specialreports/brainwash.html
[5] pmerikle@uwaterloo.ca

Sering dilihat, yang lain mungkin penting

Link bisa dipilih selain Universitas Negeri Padang

Loading...

Polemik Kurikulum 2013

Loading...

Link bisa dipilih selain Pendidikan Seni dan desain

Loading...